Selama PPKM Ada 94 Pelanggaran yang di Sidangkan

Dipublish : Jumat 23 Juli 2021

Gapura Cianjur – Selama pelanggaran PPKM Darurat di Cianjur, Jawa Barat Pengadilan Negri Cianjur, Jawa Barat mencatat sudah ada 94 kasus pelanggaran baik yang dilakukan warga atau pelaku usaha dan sudah disidangkan. Dari 94 kasus pelanggaran tersebut terkumpul uang denda sebesar Rp. 47 juta.

“ Tercatat di kami yang sudah disidangkan ada 94 pelanggaran di PPKM Darurat ini baik dilakukan oleh warga maupun pelaku usaha,” ujar Humas Pengadilan Negri Cianjur Donovan Akbar, Kamis (15/07/21).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4 perusahaan besar, seperti Pou Yuen, Ramayana, BNI dan Garmen PT TEI. Sedangkan, sisanya merupakan pedagang pribadi.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi, menjelaskan, dari total jumlah pelanggar selama PPKM darurat itu sudah terkumpul uang hasil denda sebesar Rp47.200.000.

“Denda para pelanggar ini bervariatif tidak sama, untuk perusahaan ada yang Rp10 juta, ada yang Rp8 juta. Sedangkan untuk pelaku usaha kecil ada yang Rp50 ribu sampai Rp250 ribu,” jelasnya.

Hendri juga menjelaskan uang hasil denda tersebut nantinya akan diserahkan ke kas daerah Provinsi Jawa Barat. “Uang hasil dari denda itu kita setor ke kas daerah Jawa Barat nanti,” pungkasnya

Pihaknya juga akan terus melakukan razia selama PPKM Darurat ini di berbagai tempat di Cianjur baik siang hari maupun malam hari.

“ Kalau razia kita selalu tingkatkan ya di PPKM darurat ini baik siang maupun malam ke semua tempat dan jika ada yang kedapatan melanggar langsung kita tindak,” tegas Hendri

elama pelanggaran PPKM Darurat di Cianjur, Jawa Barat Pengadilan Negri Cianjur, Jawa Barat mencatat sudah ada 94 kasus pelanggaran baik yang dilakukan warga atau pelaku usaha dan sudah disidangkan. Dari 94 kasus pelanggaran tersebut terkumpul uang denda sebesar Rp. 47 juta.

“ Tercatat di kami yang sudah disidangkan ada 94 pelanggaran di PPKM Darurat ini baik dilakukan oleh warga maupun pelaku usaha,” ujar Humas Pengadilan Negri Cianjur Donovan Akbar, Kamis (15/07/21).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4 perusahaan besar, seperti Pou Yuen, Ramayana, BNI dan Garmen PT TEI. Sedangkan, sisanya merupakan pedagang pribadi.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi, menjelaskan, dari total jumlah pelanggar selama PPKM darurat itu sudah terkumpul uang hasil denda sebesar Rp47.200.000.

“Denda para pelanggar ini bervariatif tidak sama, untuk perusahaan ada yang Rp10 juta, ada yang Rp8 juta. Sedangkan untuk pelaku usaha kecil ada yang Rp50 ribu sampai Rp250 ribu,” jelasnya.

Hendri juga menjelaskan uang hasil denda tersebut nantinya akan diserahkan ke kas daerah Provinsi Jawa Barat. “Uang hasil dari denda itu kita setor ke kas daerah Jawa Barat nanti,” pungkasnya

Pihaknya juga akan terus melakukan razia selama PPKM Darurat ini di berbagai tempat di Cianjur baik siang hari maupun malam hari.

“ Kalau razia kita selalu tingkatkan ya di PPKM darurat ini baik siang maupun malam ke semua tempat dan jika ada yang kedapatan melanggar langsung kita tindak,” tegas Hendri***ren

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Pencarian
Berita Terbaru
Jangan Lewatkan
Berita Lainnya