Ini Hasil Kerajinan Bambu Selaawi, Kini Telah Menembus Pasar Luar Negeri

Dipublish : Kamis 15 April 2021

Gapura Garut –  Kecamatan Selaawi di Kabupaten Garut, Jawa Barat  adalah salah satu kawasan yang memiliki potensi pohon bambu melimpah. Sejak dulu secara turun temurun  bambu di Selaawi telah  dimanfaatkan oleh beberapa perajin setempat sehingga hasil kerajinannya kini bisa menembus pasar internasional.

Menurut Utang Mamad (50) salah seorang warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, dirinya telah merintis usaha kerajinan bambu sejak tahun 2010 silam. Ia menuturkan, dirinya sudah belajar sejak kecil mengenai kerajinan bambu bersama orang tuanya.

“Jadi 10 tahun yang lalu kita membikin workshop dan membuka usaha bambu ini. Tapi kalau untuk belajar kita sih sudah dari dulu, dari kecil, karena kita dari orang tua lah belajar kerajinan bambu,” ujar Utang di rumah kediamannya, Selasa, (6/4/2021).

Beberapa produk yang dihasilkan, antara lain kap lampu, keranjang serta ornamen-ornamen café atau restoran.
“Kita bergerak sebagian besar, istilahnya kita ke arah bambu home decor atau home living. Jadi produknya itu ada kap lampu, ada keranjang dan untuk ornamen-ornamen café atau restoran. Yang lebih banyak sih kearah situ,” lanjutnya.

Untuk lama produksinya sendiri tergantung dengan model dan ukuran dari produk yang akan dihasilkan, misalnya produk yang memiliki ukuran kecil memiliki durasi pengerjaan kurang lebih 1 hari, namun produk yang lebih besar bisa memakan waktu 3 hari bahkan sampai yang berminggu-minggu.

“Pernah kita kalau untuk yang sangat lama kita biasanya untuk property interior, salah satu contoh kita kemarin bikin tempat tidur untuk Bupati Bangka Belitung itu diameternya 2 meter, tinggi 2 meter setengah. Itu kita menyita waktu cukup lumayan karena produksinya lama,” ujar Utang.

Bagi sosok Utang, Selaawi yang kaya akan bambu, memudahkan dirinya untuk memproduksi hasil karya dari olahan bambu ini, meski pada awalnya bahan baku pembuatan produk kerajinannya harus  dicari sendiri di kebun bambu.

“Untuk bahan baku, kita sudah ada beberapa mitra sih. Kalau dulu kita menyediakan mulai dari nebang sendiri ngambil dari kebun. Kalau sekarang mata rantainya sudah kita bentuk, jadi ada beberapa supplier yang sudah bekerja sama dengan kita menyediakan bambunya, bahkan mungkin tidak lagi bambu utuh kalau sekarang, sudah yang setengah jadi gitu kan kaya yang bikin lingkaran atau bikin apa, kita tinggal kirim dari mereka ke kita. Terus kalau untuk wilayah sih masih disekitar Kecamatan Selaawi, Alhamdulilllah masih di desa tetangga lah,” papar pria kelahiran 50 tahun silam ini.

Meskipun belum melakukan pemasaran secara langsung, Utang menuturkan bahwa produknya sudah sampai ke Asia, Australia, bahkan Eropa. Untuk Asia sendiri, produknya sudah melenggang ke Korea, Thailand dan Singapura. “Produk kita memang sudah sampai di Eropa ya, di Itali, di Australia. Kalo di Asia ada di Korea, Thailand, kemarin di Singapura. Bahkan kita sempat juga melihat produk-produk kap lampu yang di belakang ini, kita tuh 3 tahun menjadi supplier ke sebuah rumah makan di singapura, alhamdulillah pasarnya bagus,” kata Utang.

Utang berharap kepada masyarakat Selaawi agar bersama-sama untuk menggarap usaha bambu yang saat ini tengah naik daun. Dengan ini, masyarakat tidak perlu bersusah payah dalam mencari usaha lain.

“Harapan semua temen-temen jangan susah-susah lah mencari usaha disini juga bambu digarap kalau kita benar-benar menggarapnya. Dibuktikan sekarang bahwa bambu itu lagi naik daun lagi tren,” harapnya.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Pencarian
Berita Terbaru
Jangan Lewatkan
Berita Lainnya