Gapura Garut , – Tim gabungan daro Polres, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Garut, Rabu (20/2) melakukan operasi gabungan di kawasan tertib lalulintasn (KTL). Operasi dilakukan dengan melakukan penindakan langsung sehingga puluhan kendaraan terpaksa dibawa ke Mapolres Garut karena dianggap melakukan pelanggaran.

“Kendaraan yang kita bawa karena saat kita melakukan operasi pemiliknya tidak ada di lokasi. Kalau yang ada pemiliknya langsung kita berikan penidakan berupakan penilangan. Mereka ini memarkirkan kendaraannya di tempat yang bukan seharusnya,” kata KBO Satlantas Polres Garut, Iptu Erlan.

Erlan mengatakan bahwa kawasan jalan Ahmad Yani tidak boleh digunakan untuk tempat parkir, bahkan rambu larangannya pun ada. Namun selama ini tidak jarang pengendara yang hendak belanja sengaja parkir sembarangan karena merasa aman.

“Sebelumnya kita giat melakukan operasi. Setelah dianggap mulai tertib maka operaasi di KTL ini tidak terlalu sering. Tapi kesininya yang parkir sembarangan banyak lagi sehingga jalanan menjadi sembrawut sehingga kita akan giatkan lagi operasi,” katanya.

Kemarin sendiri, disebutkan Erlan, operasi dilakukan bersama dengan Satpol PP dan Dishub Garut. Untuk pihaknya fokus pada penindakan pelanggaran. Sedangkan Satpol PP dan Dishub fokus pada pelanggaran Perda tentang K3.

Selain memberikan tindakan kepada pelanggar lalulintas, kemarin pun sejumlah pedagang kaki lima terlihat ditertibkan oleh Satpol PP. “Kita ingin KTL ini tidak sembrawut dan memang sangat tertib pengguna kendaraannya,” ucap Erlan.

“Kalau memang mau parkir, apakah itu mau sebentar atau lama ya silahkan kendaraannya diparkirkan di spot yang memang diperuntukan untuk tempat parkir. Kalau di tempat yang bukan tempatnya ya kita pasti akan berikan penindakan,” tegasnya.

Salah seorang warga pemilik kendaraan, Taryana (35) mengaku jika kendaraan bermotor roda dua yang digunakannya bersama saudaranya diangkut oleh pihak kepolisian. Saat tim gabungan melakukan operasi ia bersama saudaranya memilih untuk tidak keluar dari dalam toko karena takut ditilang.

“Saya dan saudara sadar sudah melakukan kesalahan dengan parkir sembarang dan tidak mempunya SIM. Saya fikir dengan diam di toko tidak akan ditilang. Tapi ternyata motor tadi dibawa oleh pihak kepolisian. Ya gimana lagi, saya memang salah,” akunya.

Taryana meminta agar tim gabungan tidak hanya menertibkan pengendara yang melakukan parkir liar saja, namun juga tukang parkir liarnya pun harus ditertibkan. “Selama ini kan memang banyak tukang parkir liar yang bisa saja disebut mengarahkan untuk parkir di sekitar jalan Ahmad Yani ini. Mereka juga harus ditertibkan,” sebutnya.***Margogo

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang