Gapura Garut , – Jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Garut berhasil menangkap anggota komplotan pelaku kejahatan pencurian dengan modus congkel ATM di wilayah Kabupaten Garut.

Sedikitnya kita orang tersangka anggota komplotan tersebut telah berhasil diamankan bersama sejumlah brang bukti hasil kejahatan mereka. Pihak kepolisian masih terus mencari empat pelaku lainnya yang saat ini masuk kedalam DPO (Daftar Pencarian Orang) karena ikut terlibat melakukan aksi kejahatan tersebut.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan pada tanggal 13 November 2018 lalu pihaknya menerima laporan tentang adanya tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

“Saat itu korban yang melapor atas nama Gita Fitriani (23), yang mengalami kejadian di mesin ATM depan Kantor Pajak Pratama, Kecamatan Tarogong Kidul pada 4 November 2018 sekitar pukul 20.30. Mengacu pada laporan tersebut kita langsung melakukan penyelidikan dan kemudian diketahui pelakunya sehingga langsung dilakukan penangkapan dan salah satu pelaku berhasil ditangkap dari berbagai bukti. Setelahnya kemudian ditangkap satu orang lagi, dan terakhir empat hari kebelakang kita berhasil menangkap otak pelaku di wilayah Tangerang,” Kata budi saat ekspos dihadapan sejumlah wartawan di mapolres Garut, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya berdasarkan keterangan dari para tersangka, diketahui ada empat orang lainnya yang ikut berperan melakukan aksi kejahatan tersebut. Keempat orang tersebut dimasukan dalam DPO, yaitu berinisial AL, AG, HE, dan KU dimama mereka tergabung dalam satu komplotan pencongkel ATM.

“Dari tiga orang pelaku yang berhasil kita amankan mereka mengaku sudah melakukan aksi kejahatan di empat wilayah, yaitu Wanaraja, Sukaregang, perkotaan Garut, dan Jawa Tengah. Ketiga orang yang kita amankan, dua orang warga Lampung dan seorang lainnya orang Garut, sedangkan empat yang DPO 3 warga Lampung dan 1 orang Garut,” katanya.

Budi menambahkan, para pelaku melakukan aksi kejahatan dengan cara mengganjal mulut ATM menggunakan plastik mika yang ditempel menggunakan lem cair. Setelah korban memasukan kartu ATM, pelaku pura-pura ikut mengantri untuk melakukan transaksi di mesin yang sama.

“Setelah korban panik karena kartu ATM tertelan dan mesin ATN error, pelaku pura-pura menolong korban dan berusaha akan merestart  mesin tersebut dengan menekan tombol tombol accept, cancel, dan nomor pin ATM. Aksi tersebut pura-pura dengan tujuan untuk mengetahui nomor pin kartu ATM milik korban,” jelasnya.

Setelah nomor pin kartu ATM korban diketahui, lanjut Budi, pelaku akan diauruh untuk memblokir rekening kartu ATM keesokan harinya. Lalu setelah korban tidak ada, pelaku pun kemudian membongkar serta merusak mulut ATM menggunakan alat berupa obeng serta yang lainnya untuk mengambil kartu ATM yang sudah tertelan.

“Akibat aksi dari para pelaku ini, korban atas nama Gita mengalami kerugian uang sebesar Rp 20juta. Selain itu juga korban lainnya ada yang mengalami kerugian mencapai Rp 152juta,” ungkapnya.

Pihak kepolisian sendiri, dari tangan para pelaku berhasil mengamankan sejumlah barang buktu mulai dari buku tabungab, laporan transaksi, lem cair, pisau kater, gunting, potongan gergaji besi, obeng, kunci L bintang, kikir, dan perekat perekat. Selain itu juga diamankan rarusan kartu ATM berbagai bank, mulai BNI, BRI, BJB, Mandiri, BCA, BPD, dan BPRKS.

“Untuk para tersangka kita jerat pasal 365 ayat 1 ke 4E, 5E kitab undang undang hukum pidana (KUHP). Untuk ancamannya lima tahun penjara,” ucapnya.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang