Bocah Kinanti Korban Vaksin MR, Sudah Melewati Masa Kritisnya

Dipublish : Jumat 13 Oktober 2017
011000-256x300 PERISTIWA SOSIAL POLITIK  Bocah Kinanti Korban Vaksin  MR, Sudah Melewati Masa Kritisnya

Kinanti Engelika (2,5), warga Kampung Kondangsari, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, foto istimewa

Gapura Garut ,- Bocah penderita lumpuh usai menjalani vaksin Measles Rubella (MR),  Kinanti Engelika (2,5), warga Kampung Kondangsari, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut kini telah melewati fase kritis setelah mendapatkan perawatan intensif pihak RSUD dr Slamet Garut.

Direktur RSUD dr Slamet Garut, Maskut Farid, menyatakan Kinanti telah dirawat sejak tanggal 4 Oktober. Bocah tersebut dibawa ke RSUD dr Slamet setelah sempat menjalani perawatan di Puskesmas Cibatu.

“Kalau imunisasinya dilakukan tanggal 15 September di Posyandu Cibatu. Saat diimunisasi dalam keadaan sehat dan tidak mengalami demam,” kata Maskut di RSUD dr Slamet, Kamis (12/10/2017).

Lima hari kemudian, lanjut Maskut sesuai keterangan ibu kandung Kinanti, saat bangun tidur Kinanti terjatuh. Kedua kakinya pun lemah dan tak bisa berjalan. Kinanti juga sempat berobat ke dokter spesialis anak Rumah Sakit Intan Husada.

“Saat diperiksa di Intan Husada, Kinanti didiagnosa menderita lumpuh layu. Lalu disarankan rawat inap dan berkonsultasi dengan spesialis saraf. Tapi orang tuanya menolak dirawat karena alasan biaya,” Ujar Maskut

Maskut menyebut Kinanti baru dibawa ke RSUD dr Slamet pada 4 Oktober. Dua hari sebelum dibawa ke rumah sakit, Kinanti mengeluh sesak nafas, batuk, dan bagian tubuh lumpuh. Hasil diagnosa dokter Kinanti menderira inpeksi paru-paru. Dokter pun memberi resep obat iv ig kepada pasien.

“Obat itu hanya tersedia di faskes tingkat tiga yakni di RSHS. Lalu disarankan untuk dirujuk ke RSHS, tapi kondisi ruang PICU RSHS sedang penuh,” ujarnya.

Pihaknya lanjut Maskut sempat beberapa kali menghubungi RSHS Bandung. Namun ruang PICU masih penuh. Akhirnya Kinanti tetap dirawat di RSUD dr Slamet dan dipindahkan ke ruang ICU setelah sempat dirawat di IGD.

“RSHS sudah bersedia menerima saat kami kembali menghubungi. Hanya saja ruang PICU masih penuh. Jika ingin dirujuk pun akan dirawat di IGD RSHS sambil menunggu PICU kosong,” katanya.

Maskut menambahkan, pihaknya sudah menyodorkan surat pernyataan untuk dirawat di IGD RSHS. Namun keluarga pasien menolak karena ingin masuk ke ruang PICU.

“Setelah dirawat dan hasil pemeriksaan terakhir, kondisi Kinanti sudah membaik dan melewati masa kritisnya. Pemberian obat iv ig pun sudah tidak diperlukan lagi,” ucapnya.

Sebelumnya, Kinanti diduga lumpuh setelah mendapat imunisasi MR. Ibu Kinanti, Ai Lisna (32), yakin jika anaknya lumpuh setelah mendapat imunisasi.***TGM

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Booking Hotel di Garut? Hayukagarut.com

Pencarian
Berita Terbaru
Jangan Lewatkan
Berita Lainnya